CARA MENGHITUNG HARI NAAS BERDASARKAN WETON

" CARA MENGHITUNG HARI NAAS BERDASARKAN WETON " 

Hari Naas itu ibaratnya hari apes. Karena dalam kepercayaan masyarakat Jawa,  Pada hari tertentu dimana seseorang berposisi lemah secara spiritual. Sehingga bisa jadi hari tersebut akan mendatangkan kesialan baginya. Ketahui Hari Naas Anda Hari naas sangat berkaitan dengan weton atau hari lahir dan pasaran seseorang. Pada hari nahas inilah orang tersebut lemah secara spiritual. Untuk menentukan hari naas, atau yang disebut ‘dina was’ dalam Bahasa Jawa, maka kita perlu memahami neptu. Berapa hitungan neptu Anda bisa dilihat sebagai berikut: 

Hari lahir 

Senin : 4 
Selasa : 3 
Rabu : 7 
Kamis : 8 
Jumat : 6 
Sabtu : 9 
Minggu : 5 

Pasaran 

Pon : 7 
Wage : 4 
Kliwon : 8 
Legi : 5 
Pahing : 9 

Contoh: seseorang yang terlahir Senin Pahing berarti 4 ditambah 9, jumlahnya 13. Adapun jumlah hari was yang patut diketahui ada empat, yaitu Was 3, Was 5, Was 7 dan Was Gedhe. Cara Menghitung Hari Naas Bila Anda sudah mengetahui hari lahir dan pasaran seseorang, maka cara mengetahui hari wasnya adalah dengan menjumlahkan hari dan pasaran. Misalnya Selasa Kliwon, berarti 3 ditambah 8, sama dengan 11. 

Macam-macam hari naas atau sial ialah:
  • Was 3 masyarakat jawa sering menyebutnya (Tibo Ringkel)
  • Was 5 masyarakat sering menyebutnya (Pupak Puser)
  • Was 7
  • Was 11

Untuk menghitung Was 3, maka majulah hingga hari ketiga dari hari lahir. Lahir Selasa Kliwon, maka Was 3 nya ada di hari Kamis Pahing. (Keterangan: Selasa, Rabu, Kamis. Kliwon, Legi, Pahing …) 

Demikian pula untuk menghitung Was 5. Maju hingga hari kelima dari hari lahir (Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu) ditambah pasaran juga (Kliwon, Legi, Pahing, Pon, Wage ). Sehingga Was 5 nya jatuh di hari Sabtu Wage. 

Baca Juga

Sedangkan Was 7 orang ini ada di hari Senin Legi. (Keterangan: Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu, Senin . Kliwon, Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon, Legi ). Hari was yang paling ditakuti adalah Was Gedhe atau Was Gotong. Karena inilah titik paling lemah seseorang. Adapun cara menghitungnya adalah dengan menghitung hingga hari kesebelas dari hari lahir. Misalnya Selasa Kliwon (jumlah neptu 11), maka Was Gedhenya jatuh pada hari Jumat Kliwon. (Keterangan: Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat. Kliwon, Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). 

Nah, demikianlah caranya. Sudah bisa menghitung hari naas Anda? 

NB..: Untuk memudahkan dan dimengerti .Praktek langsung lewat penanggalan yg ada hitungan neptu dirumah. Dg cara hitung maju kedepan langkah ke 3....5.....7....11.. Dari hari kelahiran serta satuan mu... hari lahir disini Buat Patokan perhitungan

WATAK PEREMPUAN MENURUT PRIMBON JAWA

Karakter Atau Watak Perempuan Menurut Primbon Jawa Tanggal

1. Berwatak keras, kemauannya sulit dibelokkan. Umumnya sangat setia kepada pasangannya, selalu menepati janji dan mencintai suaminya sepenuh hati sampai mati. Sisi negatifnya adalah mudah putus asa, gampang menyerah, dan sulit melupakan kegagalan yang dialaminya.

Tanggal 2.
Pandai bergaul dan tidak membosankan sehingga perempuan ini selalu mempunyai banyak teman. Jika ia menikah biasanya mempunyai banyak anak.

Tanggal 3.
Berkemauan keras, suka marah tapi cuma sebentar dan tidak pendendam. Ia tidak akan membalas walaupun disakiti orang lain karena sifatnya yang pemaaf. Selain itu ia tipe perempuan yang setia.

Tanggal 4.
Pendiam tapi banyak akal. Otaknya berisi dan daya ingatnya tinggi, sehingga kebanyakan perempuan yang lahir tanggal 4 mencapai prestasi akamedis yang tinggi.

Tanggal 5.
Umumnya banyak bicara dan suka gosip. Mudah marah dan biasanya kalau marah tangannya ikut 'bicara'. Jika menikah perempuan ini akan membuat keluarganya kaya dan ia sama sekali tidak kikir, suka mendermakan hartanya.

Tanggal 6.
Wataknya pelupa dan ceroboh, karena itu tidak heran jika sering mendapat marah atau teguran. Akan tetapi ia perempuan yang rajin dan tekun serta tidak pernah mengeluh.

Tanggal 7.
Pendiam dan hanya bicara seperlunya. Ia juga tipe setia walapun pasangannya tidak terlalu memperhatikannya. Sisi negatifnya adalah pemalas.

Tanggal 8.
Selalu berpikir panjang sebelum memutuskan atau melakukan sesuatu. Sangat taat terhadap ajaran agama yang dianutnya. Setia kepada suami tapi tidak sayang kepada mertua.

Tanggal 9.
Berhati keras sehingga sulit dinasehati dan selalu menuruti kemauannya sendiri. Ia juga mudah marah, mudah tersinggung, tapi mudah pula melupakannya.

Tanggal 10.
Berwawasan luas dan selalu mempertimbangkan baik buruk dalam melakukan sesuatu. Ia tidak suka membicarakan kejelekan orang lain. Mempunyai sifat pelupa, walaupun masih muda usia.

Tanggal 11.
Menjunjung tinggi sopan santun dan selalu menghormati orang yang lebih tua. Penuh pertimbangan dalam melakukan sesuatu dan tidak menyukai pertengkaran. Perempuan ini tidak mudah tersinggung; jika ada orang yang mengkritiknya, ia malah sangat berterimakasih.

Tanggal 12.
Pendiam tapi mudah marah. Menyukai berbicara tentang kebaikan dan kebajikan, akan tetapi cara bicaranya sering menggunakan kata-kata yang tajam sehingga banyak orang menjadi tersinggung.

Tanggal 13.
Pembohong dan suka berdusta. Juga keras kepala, karena itu sukar untuk dinasehati. Tetapi ia perempuan yang rajin bekerja dan hemat. Sayangnya ia juga pelit.

Tanggal 14.
Pandai bicara yang menarik perhatian orang sehingga banyak teman. Hatinya sendiri juga baik, tidak sombong, tidak suka berprasangka dan selalu berbicara dan berpikir hal yang baik-baik saja.

Tanggal 15.
Pandai memecahkan persoalan dengan pikirannya yang berwawasan luas. Ia juga ulet dan tidak mudah putus asa. Jika disakiti, perempuan ini lebih suka memaafkannya daripada balas dendam.

Tanggal 16.
Supel dan ramah sehingga banyak teman. Dalam bergaul suka sekali membicarakan orang lain. Selain itu ia mudah lupa dan suka bermalas-malasan.

Tanggal 17.
Sifatnya yang sabar, cinta damai, dan suka memaafkan kesalahan orang lain membuatnya disayang keluarga dan teman-temannya. Perempuan ini juga penuh pertimbangan sebelum melakukan sesuatu agar tidak menyesal di kemudian hari.

Tanggal 18.
Bergaya hidup mewah. Suka akan barang-barang bermerek dan mahal. Sangat rajin bekerja dan ulet, sayang suka berbohong.

Tanggal 19.
Perempuan ini selalu berusaha keras untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Tapi jika akhirnya tidak tercapai, ia bisa menerimanya dengan pasrah. Ia juga mudah tersinggung.

Tanggal 20.
Kurangnya kepercayaan diri membuatnya mudah dihasut sehingga sering melakukan sesuatu yang di luar kesadarannya. Ia juga mudah putus asa dan pelupa.

Tanggal 21.
Pandai menilai karakter orang lain, tapi kemudian menggunakannya sebagai bahan gosip untuk menarik perhatian teman-temannya. Perempuan ini mempunyai pendirian yang kuat sehingga tidak mudah dipengaruhi.

Tanggal 22.
Suka membaca dan bertanya membuatnya kaya akan pengetahuan. Cenderung pendiam dan secara diam-diam menilai karakter orang-orang di sekitarnya. Ia hanya mau bicara tentang hal yang benar-benar diketahuinya atau dipahaminya.

Tanggal 23.
Suka bercanda sehingga orang lain sering bingung kapan ia serius dan kapan tidak. Walaupun begitu ia juga mudah marah kalau tersinggung walaupun jarang. Ia juga tipe perempuan yang setia.

Tanggal 24.
Pandai mengatur keuangan dan suka memberi nasehat kepada teman atau anggota keluarga yang berbuat kesalahan. Ia rajin bekerja dan tidak suka gosip.

Tanggal 25.
Berpikir positip, logis dan berpandangan luas. Perempuan ini menyukai hal-hal yang praktis dan tidak suka hal-hal yang berbau takhayul. Ia suka membantu orang yang membutuhkannya. Sifat negatifnya sulit memaafkan kesalahan orang lain dan juga dirinya sendiri.

Tanggal 26.
Perempuan ini pekerja yang giat. Ia tidak bisa diam, apa yang biasa dikerjakan, ia kerjakan dengan semangat. Sayangnya ia agak ceroboh dan seringkali gegabah dalam mengambil keputusan.

Tanggal 27.
Pandai membedakan baik dan buruk, sehingga ia menjadi jarang membuat keputusan yang salah. Ia menjadi tempat mencari nasehat bagi teman-teman dan kerabatnya. Ia juga pandai menilai sifat orang lain

Tanggal 28.
Sangat berbakat dalam memanfaatkan uang untuk berbisnis. Kepandaiannya berbicara mendukung bakatnya tersebut. Namun ia kurang tabah dalam menghadapi cobaan.

Tanggal 29.
Agak pembosan dan kurang setia terhadap suaminya. Tapi selalu disayang oleh anak-anaknya dan berhasil mendidik mereka. Perempuan ini selalu tegar menghadapi cobaan dan pandai menyelesaikan masalah.

Tanggal 30.
Banyak rejekinya walaupun bukan pekerja keras. Suka membagi-bagikan rejekinya kepada orang yang membutuhkannya. Tapi ia tidak suka dibohongi.

Tanggal 31.
Mempunyai bakat seni yang luar biasa dan umumnya menjadi orang terkenal setelah mengembangkan bakatnya tersebut. Mudah bosan dan selalu mencari sesuatu yang lain dari yanglain. Agak pemilih dalam berteman, tapi begitu berteman biasanya awet sampai tua.

[ PRIMBON JAWA WATAK berdasarkan WETON
bukan bermaksud untuk mengajak anda menjadi syirik atau sebagainnya,. namun masyarakat jawa mempunyai sebuah kebiasaan / perhitungan yg unik tentang weton (hari kelahiran) & hal ini dilestarikan secara turun temurun. Untuk meramalkan watak seseorang berdasarkan weton kelahirannya, primbon Jawa mengenal istilah neptu. Neptu adalah nilai dari suatu weton yang diperoleh dengan menjumlahkan nilai hari dan nilai pasaran. Nilai neptu sendiri berkisar antara 7 sampai 18. Nah, dari nilai neptu inilah kemudian semua yang mencakup karakter dan watak seseorang diramalkan. Nilai neptu tersebut berkisar antara 7 sampai yang terbesar adalah 18. Yang neptu 7 (yang paling rendah) dimiliki oleh weton Selasa Wage, sementara neptu 18 (yang paling tinggi) dimiliki oleh weton Sabtu Pahing. berikut rinciannya:
Minggu 5
Senin 4
Selasa 3
Rabu 7
Kamis 8
Jum'at 6
Sabtu 9
Wage 4
Kliwon 8
Legi 5
Pahing 9
Pon 7
sedangkan untuk menghitung neptu weton tinggal menjumlahkan saja sesuai weton kelahiran, seperti rabu legi 12 (rabu 7 legi 5)

*Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 7*. Nilai neptu 7 hanya dimiliki oleh orang yang lahir diweton Selasa Wage. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak sempit hatinya, tidak mempunyai teman, pemalas, suka ingkar janji terhadap wanita, bahkan sering berbuat gegabah, dan bila bercakap-cakap agak tersendat-sendat.

*Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 8*. Nilai neptu 8 hanya dimiliki oleh orang yang lahir diweton Senin Wage dan Selasa Legi. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak panas hati, dengki, tidak mempunyai teman, sering bermuka masam, dan bila bertengkar sering mendatangkan bahaya, atau bila berbicara sering berakibat celaka. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti bumi.

*Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 9*. Nilai neptu 9 hanya dimiliki oleh orang yang lahir diweton Minggu Wage dan Senin Legi. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak lincah (teranjalan), suka berpindah-pindah dan jauh tujuannya, bersikap hanya untuk mementingkan isi perutnya sendiri, dan bila ia diguna-guna, ia akan kebal. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti api.

Baca Juga

*Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 10*. Nilai neptu 10 hanya dimiliki oleh orang yang lahir diweton Selasa Pon, Jumat Wage, dan Minggu Legi. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak pendiam, bila disakiti hatinya tidak mudah marah, mudah menerima apa yang diajarkan (cerdas atau daya tangkapnya tinggi, dan bila menjadi seorang dukun tidak mudah ditanyai. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti pelangi.

*Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 11*. Nilai neptu 11 hanya dimiliki oleh orang yang lahir diweton Senin Pon, Rabu Wage, Selasa Kliwon, dan Jumat Legi. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak berani mati, besar malunya, mudah tersinggung, dan bila memiliki sesuatu sering dijualnya, malah kadang-kadang suka mencuri bila dalam keadaan kepepet. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti bunga.

*Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 12*. Nilai neptu 12 hanya dimiliki oleh orang yang lahir diweton Minggu Pon, Kamis Wage, Senin Kliwon, Rabu Legi, dan Selasa Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak menerima (neriman), banyak kepandaiannya, banyak orang sayang kepadanya, bila bekerja mudah, dan bila berumah tangga sering kehilangan. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti jin.

*Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 13*. Nilai neptu 13 hanya dimiliki oleh orang yang lahir diweton Jumat Pon, Sabtu Wage, Minggu Kliwon, Kamis Legi, dan Senin Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak tidak mempunyai perasaan, tetapi hatinya lemah lembut, berlaku baik terhadap saudara, dan berjiwa petualang (suka merantau). Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti bintang.

*Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 14*. Nilai neptu 14 hanya dimiliki oleh orang yang lahir diweton Rabu Pon, Jumat Kliwon, Sabtu Legi, dan Minggu Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak apa saja mau (serba mau), apapun dapat dijalani, suka berbakti, sering mendapatkan kebahagiaan, mudah menerima pelajaran, disegani oleh orang lain, lemas hatinya, tetapi pemalas. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti bulan.

*Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 15*. Nilai neptu 15 hanya dimiliki oleh orang yang lahir diweton Kamis Pon, Rabu Kliwon, dan Jumat Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak suka memerintah (seneng ngongkon), keras hatinya dan keras pula bicaranya, tidak mau kurang makanan, banyak temannya, dan bila berumah tangga sering bertengkar. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti matahari.

*Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 16*. Nilai neptu 16 hanya dimiliki oleh orang yang lahir diweton Sabtu Pon, Kamis Kliwon, dan Rabu Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak lemah, jika berbicara banyak ma’afnya, sopan santun, apa yang diciptakannya terlaksana, jika sudah marah tidak ada yang dapat bisa menghalang-halangi. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti air.

*Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 17*. Nilai neptu 17 hanya dimiliki oleh orang yang lahir diweton Sabtu Kliwon dan Kamis Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak pendiam, mau bekerja tapi lambat, bila memberi nasehat sering dituruti, tidak mempunyai teman (sempit pergaulan). dan ia sering ditipu oleh orang lain. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti bumi.

*Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 18*. Nilai neptu 18 hanya dimiliki oleh orang yang lahir diweton Sabtu Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak panas, bicara baik periang dan bila bertengkar sangat berani, tetapi mudah mengalah. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti api.

Nah, demikianlah uraian mengenai ramalan watak berdasarkan weton kelahiran yang dirangkum dalam kitab Mujarobat Primbon Jawa, dan biasanya orang yg neptunya lebih sedikit akan cenderung kalah/mengalah dengan neptu yg lebih besar. Ramalan watak menurut weton tersebut tentu sedikit banyak akan dapat bermanfaat bagi kita .

MENGENAL DAN MEMAHAMI KEJAWEN

MENGENAL DAN MEMAHAMI KEJAWEN
Oleh Tara Dharaparahita

 Kejawen adalah sebuah kepercayaan yang dianut di pulau Jawa oleh suku Jawa dan suku bangsa lainnya yang menetap di Jawa. Kejawen hakikatnya adalah suatu filsafat di mana keberadaanya ada sejak orang jawa itu ada. Hal tersebut dapat dilihat dari ajarannya yang universal dan selalu melekat berdampingan dengan agama yang dianut pada zamannya. Kitab-kitab dan naskah kuno Kejawen tidak menegaskan ajarannya sebagai sebuah agama meskipun memiliki laku . 

Kejawen juga tidak dapat dilepaskan dari agama yang dianut karena filsafat Kejawen dilandaskankan pada ajaran agama yang dianut oleh filsuf Jawa.

Sejak dulu, orang Jawa mengakui keesaan Tuhan sehingga menjadi inti ajaran Kejawen, yaitu mengarahkan insan "Sangkan Paraning Dumadhi ( Dari mana datang dan kembalinya hamba tuhan ) dan membentuk insan se-iya se-kata dengan Tuhannya.

Manunggaling Kawula lan Gusthi ( bersatunya Hamba dan Tuhan"). Dari kemanunggalan itu, ajaran Kejawen memiliki misi antara lain:
1. Mamayu Hayuning Pribadhi (sebagai rahmat bagi diri pribadi)
2. Mamayu Hayuning Kaluwarga (sebagai rahmat bagi keluarga)
3. Mamayu Hayuning Sasama (sebagai rahmat bagi sesama manusia)
4. Mamayu Hayuning Bhuwana (sebagai rahmat bagi alam semesta).

Berbeda dengan kaum abangan, kaum kejawen relatif taat dengan agamanya, dengan menjauhi larangan agamanya dan melaksanakan perintah agamanya namun tetap menjaga jatidirinya sebagai orang pribumi, karena ajaran filsafat kejawen memang mendorong untuk taat terhadap Tuhannya. Jadi tidak mengherankan jika ada banyak aliran filsafat kejawen menurut agamanya yang dianut seperti Islam Kejawen, Hindu Kejawen, Budha Kejawen, Kejawen Kapitayan (Kepercayaan) dengan tetap memegang teguh ajaran agama dasarnya .

Ingsun wong jowo seng agamane islam, Ingun dudu wong islam seng manggon ning jowo".

Kata “Kejawen” berasal dari kata "Jawa", yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah "segala sesuatu yang berhubungan dengan adat dan kepercayaan Jawa (Kejawa'an) Penamaan "kejawen" bersifat umum, biasanya karena bahasa pengantar ritualnya menggunakan bahasa Jawa. Dalam konteks umum, Kejawen sebagai filsafat yang memiliki ajaran-ajaran tertentu terutama dalam membangun Tata Krama (aturan berkehidupan yang mulia), Kejawen sebagai agama itu dikembangkan oleh pemeluk Agama Kapitayan jadi sangat tidak arif jika mengatasnamakan Kejawen sebagai agama di mana semua agama yang dianut oleh orang jawa memiliki sifat-sifat kejawaan yang kental. Kejawen dalam opini umum berisikan tentang seni, budaya, tradisi, ritual, sikap serta filosofi orang-orang Jawa. Kejawen juga memiliki arti spiritualistis atau spiritualistis suku Jawa, laku olah sepiritualis kejawen yang utama adalah Pasa (Berpuasa) dan Tapa (Bertapa). Penganut ajaran kejawen biasanya tidak menganggap ajarannya sebagai agama dalam pengertian seperti agama monoteistik, seperti Islam atau Kristen, tetapi lebih melihatnya sebagai seperangkat cara pandang dan nilai-nilai yang dibarengi dengan sejumlah laku (mirip dengan " ibadah").

Ajaran kejawen biasanya tidak terpaku pada aturan yang ketat dan menekankan pada konsep "keseimbangan". Sifat Kejawen yang demikian memiliki kemiripan dengan Konfusianisme (bukan dalam konteks ajarannya). Penganut Kejawen hampir tidak pernah mengadakan kegiatan perluasan ajaran, tetapi melakukan pembinaan secara rutin.

Simbol-simbol "laku" berupa perangkat adat asli Jawa, seperti keris , wayang, pembacaan mantera, penggunaan bunga-bunga tertentu yang memiliki arti simbolik, dan sebagainya. Simbol-simbol itu menampakan kewingitan (wibawa magis) sehingga banyak orang (termasuk penghayat kejawen sendiri) yang dengan mudah memanfaatkan kejawen dengan praktik klenik dan perdukunan yang padahal hal tersebut tidak pernah ada dalam ajaran filsafat kejawen. Ajaran-ajaran kejawen bervariasi, dan sejumlah aliran dapat mengadopsi ajaran agama pendatang, baik Hindu, Buddha, Islam, maupun Kristen. Gejala sinkretisme ini sendiri dipandang bukan sesuatu yang aneh karena dianggap memperkaya cara pandang terhadap tantangan perubahan zaman.
Sultan Agung Mataram dianggap sebagai filsuf peletak pondasi Kejawen Muslim yang kemudian sangat mempengaruhi upacara-upacara penting terutama yang paling nampak adalah penanggalan dalam menentukan hari-hari penting. Hari-hari penting kejawen tidak lepas dari "Kelahiran - Pernikahan - Mangkat " (kematian), yang ketiganya adalah kehidupan dalam tradisi Jawa. Orang Jawa akan mendapatkan nama pada ketiga peristiwa tersebut, yaitu nama saat kelahiran, nama saat pernikahan, nama saat mangkat (nama kematian dengan menambahkan "bin"/ "binti" nama orang tua di belakang nama kelahiran). Semua hari-hari penting itu ditetapkan sesuai Kalender Jawa yang memiliki Primbon sebagai aturan-aturan dalam menentukan hari penting dan tata caranya. Berikut adalah hari-hari penting dalam Kejawen :

1. Suran (Tahun Baru 1 Sura).
2. Sepasaran (upacara kelahiran) dan Aqiqah bagi muslim .
3. Mantennan (Pernikahan dengan segala upacaranya).
4. Mangkat (Upacara Kematian) - Mengirim Do'a (Kanduri, Wirid, Ngaji) 7 Hari, 40 Hari, 100 Hari, 1000 Hari, 3000 Hari.
5. Megeng Pasa - Tanggal 28 dan 29 Bulan Ruwah (Bulan Arwah) Yang digunakan untuk mengirim Do'a kepada yang telah mangkat (berangkat) terlebih dahulu, juga waktu Munjung (mengirim makanan lengkap nasi dan lauk kepada orang yang dituakan dalam keluarga) untuk mengikat silaturahmi.
6. Megeng Sawal - Tanggal 29 dan 30 Bulan Pasa Yang digunakan untuk mengirim Do'a kepada yang telah mangkat (berangkat) terlebih dahulu, juga waktu Munjung (mengirim makanan lengkap nasi dan lauk kepada orang yang dituakan dalam keluarga) untuk mengikat silaturahmi bagi yang tidak ada kesempatan pada Megeng Pasa.
7. Riadi Kupat (Hari Raya Kupat) - Tanggal 3, 4 dan 5 Bulan Sawal (Bagi orang tua yang ditinggalkan anaknya sebelum menikah).

Karena filsafat kejawen juga beragama, hari besar agama juga merupakan hari penting kejawen. Berikut ini adalah beberapa hari penting tambahan untuk kejawen muslim :
1. Hari Raya Idul Fitri
2. Hari Raya Idul Adha.
3. Hari Raya Jum'at.
4. Muludan (Maulid Kanjeng Nabi Muhammad, S.A.W.)
5. Sekaten (Syahadatain)
Para penganut kejawen sangat menyukai berpuasa dalam ajaran islam karena dianggap sama dengan ajaran leluhurnya selain juga tafakur yang dianggap sama dengan bertapa.

1. Pasa Weton - berpuasa pada hari kelahiranya sesuai penanggalan jawa.
2. Pasa Sekeman - Puasa pada hari senin dan kamis.
3. Pasa Wulan - Puasa pada setiap tanggal 13, 14, dan 15 pada setiap bulan Kalender Jawa .
4. Pasa Dawud - Puasa selang-seling, sehari puasa-sehari tidak.
5. Pasa Ruwah - Puasa pada hari-hari bulan Ruwah (Bulan Arwah).
6. Pasa Sawal - Puasa enam hari pada bulan Sawal kecuali tanggal 1 Sawal.
7. Pasa Apit Kayu - Puasa 10 hari pertama pada bulan ke-12 kalender jawa.
8. Pasa Sura - Puasa pada tanggal 9 dan 10 bulan Sura.

Baca Juga

Selain puasa diatas kejawen juga memiliki puasa biasanya untuk menggambarkan kezuhudan (kesungguhan) dalam mencapai keinginan, jenis puasa tersebut adalah sebagai berikut :

1. Pasa Mutih - puasa ini dilakukan dengan jalan hanya boleh makan nasi putih, tanpa garam dan lauk pauk atau makanan kecil dan lain-lain, serta minumnya juga air putih.
2. Pasa Patigeni - puasa tidak boleh makan, minum dan tidur serta hanya boleh dikamar saja tanpa disinari cahaya lampu.
3. Pasa Ngebleng - puasa tidak boleh makan dan minum, tidak boleh keluar kamar, boleh keluar sekadar tetapi sekadar buang hajat dan boleh tidur tetapi sebentar saja.
4. Pasa Ngalong - puasa tidak makan dan minum tetapi boleh tidur sebentar saja dan boleh pergi.
5. Pasa Ngrowot - puasa yang tidak boleh makan nasi dan hanya boleh makan buah-buahan atau sayur-sayuran saja.

Kejawen tidak memiliki Kitab Suci, tetapi orang Jawa memiliki bahasa sandi yang dilambangkan dan disiratkan dalam semua sendi kehidupannya dan mempercayai ajaran-ajaran Kejawen tertuang di dalamnya tanpa mengalami perubahan sedikitpun karena memiliki pakem (aturan yang dijaga ketat), kesemuanya merupakan ajaran yang tersirat untuk membentuk laku utama yaitu Tata Krama (Aturan Hidup Yang Luhur) untuk membentuk "orang jawa yang memiliki akhlak terpuji".

DADIO TIYANG JAWI INGKANG HANJAWANI. #akubanggadadiwongjowo #lakujowo

PRIMBON HAID LENGKAP MENURUT JAM, HARI, PASARAN, WETON , TANGGAL DAN BULAN

Primbon Haid Lengkap Menurut Jam, Hari, Pasaran Weton, Tanggal dan Bulan 

 Primbon Haid lengkap menurut jam hari pasaran tanggal dan bulan, Primbon Jawa Haid berdasarkan jam hari pasaran tanggal dan bulan, Primbon Jawa menstruasi menurut jam hari pasaran tanggal dan bulan Primbon Wanita Haid
Datangnya menstruasi atau haid merupakan kondisi biologis normal yang hanya dialami oleh perempuan, dimana darah keluar dari alat reproduksi wanita yang menunjukkan masa subur kaum perempuan. Datangnya haid atau menstruasi pertama kali dialami seorang anak perempuan merupakan tanda bahwa dia sudah masuk usia akil balik.

Dimasyarakat Jawa dulu dan mungkin sampai sekarang menyimpan makna tersendiri. Dalam kehidupan masyarakat Jawa dipercaya bahwa haid atau keluarnya darah kotor ternyata dimaknai sebagai pertanda atau firasat akan terjadi sesuatu dan atau mengalami sesuatu kejadian pada diri orang yang sedang haid. Kebersihan dari seorang wanita yang lagi haid juga ikut diperhatikan. Masyarakat Jawa percaya bahwa wanita nan sedang haid akan diikuti oleh makhluk halus jika membuang pembalut bekas pakai secara sembarangan.

Datangnya menstruasi atau haid setiap wanita tidak ada yang sama setiap bulannya, setiap wanita tentu mempunyai waktu haid yang tidak tetap dan teratur, hal ini disebabkan oleh karena kondisi badan dan psikis yang berbeda-beda pada setiap wanita. Oleh sebab itu, waktu-waktu haid bagi seorang wanita sering kali mempengaruhi dirinya, serta dikaitkan dengan firasat yang akan terjadi pada dirinya sendiri atau orang lain disekitarnya. Dalam Primbon Jawa, ilmu titen orang jawa, yaitu ilmu yang mempelajari tentang primbon atau ramalan yang akan atau sedang terjadi bagi wanita yang sedang haid menurut Sapta Wara disebut Primbon Haid, adapun perincinanya menurut waktujam, hari, pasaran weton, tanggal sampai bulan dapat dijelaskan sebagai berikut :

Primbon Haid Menurut Jam Waktu :
Bila pada Jamwaktu tertentu wanita mengalami haid, arti tafsirnya:
01.00 : Akan berjumpa dalam waqtu dekat
02.00 : Dia tidak lupa
03.00 : Menerima janji
04.00 : Cinta makin berkurang
05.00 : Mendapat malu
06.00 : Selalu merasa curiga
07.00 : Kegembiraan
08.00 : Rindu Keluarga
09.00 : Janji yang mesra
10.00 : Merasa gembira
11.00 : Kesetiaan
12.00 : Perasaan hati saja
13.00 : Tidak kecewa
14.00 : Sedikit kekecewaan
15.00 : Menerima sesuatu dari kekasih
16.00 : Perjuangan batin
17.00 : Cinta mulai tumbuh
18.00 : Kurang memuaskan
19.00 : Kekecewaan
20.00 : Hanya lamunan
21.00 : Rindu kekasih
22.00 : Dapat pengalaman pahit
23.00 : Kesetian
24.00 : Kasih berbalas

Primbon Menstruasi Menurut Hari :
Bila pada Hari tertentu wanita mengalami haid, arti tafsirnya:
Minggu: Berjumpa kenalan lama
Senin : Mendapat keuntungan
Selasa : Bersuka ria
Rabu : Pertengkaran
Kamis : Bersedih hati
Jum’at : Mendapat keuntungan
Sabtu : Ada kejadian yang mengejutkan

Primbon Datang bulan Menurut Pasaran Weton:
Bila pada Pasaran Weton kelahirannya wanita mengalami haid, arti tafsirnya:
Kliwon : Mendapat keuntungan
Legi : Bersuka ria
Pahing : Akan ada tamu
Pon : Kejadian menyedihkan
Wage : Ada kehalangan

Primbon HaidMensrtuasi Menurut Tanggal :
Bila pada Tanggal tertentu wanita mengalami haid, arti tafsirnya berikut ini:
Tanggal 1 : Akan Sedikit gembira.
Tanggal 2 : Akan Susah.
Tanggal 3 : Akan Ada Cekcok.
Tanggal 4 : Akan Memoperoleh keuntungan.
Tanggal 5 : Akan Kecewa.
Tanggal 6 : Akan Ada suatu berita.
Tanggal 7 : Akan Mendapat Hadiah.
Tanggal 8 : Akan Ada Pernikahan.
Tanggal 9 : Akan Lepas dari rasa kecewa.
Tanggal 10 : Akan Dapat Surat Dari Kekasih.
Tanggal 11 : Akan Dapat Kesenangan.
Tanggal 12 : Akan Bersedih Hati.
Tanggal 13 : Akan Terlepas dari hutang.
Tanggal 14 : Akan Memperoleh Undangan.
Tanggal 15 : Akan mendapat berita mengejutkan.
Tanggal 16 : Akan ada bahaya.
Tanggal 17 : Akan Di omongin orang tapi omongan baik.
Tanggal 18 : Akan mendapat sedikit Halangan Rintangan.
Tanggal 19 : Akan Difitnah orang.
Tanggal 20 : Akan mendapat permusuhan.
Tanggal 21 : Akan mendapat kesusahan.
Tanggal 22 : Akan Gembira.
Tanggal 23 : Akan memperoleh Malu.
Tanggal 24 : Akan dapat rezeki.
Tanggal 25 : Akan dapat Uang.
Tanggal 26 : Akan dapat pujian.
Tanggal 27 : Akan puas hati.
Tanggal 28 : Akan menderita batin.
Tanggal 29 : Akan bepergian.
Tanggal 30 : Akan mendapat kesenangan.
Tanggal 31 : Akan lolos dari bahaya.

Primbon Haid Menurut Bulan Kalender Masehi Bila pada Bulan tertentu wanita mengalami haid, arti tafsirnya dibawah ini:
Januari : Akan Senang.
Februari : Akan Ada Yang Sayang.
Maret : Akan Ada Yang Menunggu.
April : Akan Ada Yang Cinta.
Mei : Akan Tidak Enak Pikiran.
Juni : Akan Di Benci Orang.
Juli : Akan Ada Yang Mengharapkan.
Agustus : Akan Ada Yang Sayang.
September : Akan Ada Yang Cinta.
Oktober : Akan ada yang menanti.
Nopember : akan ada yang rindu.
Desember : Akan ada yang menunggu.
==================

Baca Juga

Primbon Haid : Ramalan Arti Datang Bulan menurut Primbon Jawa

Primbon Haid Haid, menstruasi, atau datang bulan adalah sebuah siklus biologis yang hampir dialami semua wanita dewasa di seluruh dunia. Siklus ini terjadi akibat tidak terbuahinya sel telur dalam rahim wanita sehingga darah meluruh dari dinding rahim dan keluar dari kemaluan. Setiap wanita memiliki siklus haid yang tidak sama. Itulah sebabnya mengapa pada masing-masing wanita, haid bisa terjadi pada jam, hari, atau tanggal yang berbeda. Dalam kepercayaan ilmu kejawen, haid sendiri dipercaya bisa menjadi suatu alamat atau firasat tentang suatu kejadian yang akan dialami oleh si wanita yang haid. Alamat dan firasat tersebut terangkum di bab ramalan datang bulan primbon haid lengkap yang isinya telah kami rangkum sebagaimana pembahasan berikut.

Primbon Haid Datang Bulan
Penjelasan tentang primbon haid dalamkitab mujarobat primbon Jawa terangkum dalam bab Sapta Wara. Bab ini menjelaskan bahwa firasat atau ramalan haid dapat diketahui dengan melihat jam, hari, pasaran, tanggal, hingga bulan terjadinya haid.

MACAM MACAM PESUGIHAN

Menguak Sejarah Pesugihan

Manusia kadang tidak sanggup menghadapi cobaan hidup, berbagai cara cepat dilakukan untuk keluar dari lubang kemiskinan. Mencuri, hingga merampok akhirnya sering dilakukan sebagai usaha untuk lepas dari permasalahan. Bahkan ada yang sampai rela menjual dirinya agar dapur terus ngebul. Namun ada juga yang lebih memilih jalan pintas dengan cara ghaib, yaitu melakukan pesugihan. Jika mendengar kata “pesugihan” yang terbayang di dalam kepala adalah berbagai ritual bersekutu dengan jin atau setan demi mendapatkan kekayaan dan kesuksesan yang melimpah ruah, padahal, “pesugihan” merupakan Bahasa jawa yang artinya adalah segala sesuatu yang menjadikan kaya. 

Namun yang akrab dengan kita adalah ritual perugihan ilmu hitam demi mendapatkan kekayaan dengan cara instan, meski harus memberikan tumbal. Ciri-Ciri Pelaku Pesugihan Banyak jenis pesugihan membuat ciri-ciri pelaku ritual ini juga tak sama. Dari memelihara tuyul, hingga melakoni ritual hingga ke gunung kawi juga merupakan pesugihan yang mendatangkan resiko berbeda-beda, untuk pelaku perugihan jenis Bulus Jimbung yang memakai hewan bulus sebagai simbolnya. Biasanya akan ,mendapatkan belang di tubuhnya. Jika belang tersebut sudah memenuhi seluruh tubuhnya, maka pelaku pesugihan itu akan mati. Tempat Terkenal Yang Digunakan Untuk Pesugihan Pulau Jawa adalah surganya para pelaku pesugihan, di Jawa. Ada beberapa tempat pesugihan yang sangat terkenal dan masih ramai dikunjungi hingga kini. 

Gunung Kawi, merupakan daerah yang sangat dikenal sebagai tempat pesugihan. Hingga siapapun yang mengunjungi gunung satu ini, maka orang akan berpikir bahwa ia Sedang mencari pesugihan. Di gunung kawi terdapat pohon Dewandaru , di mana dipercaya bahwa siapapun yang dijatuhi daunnya akan mendapatkan keberuntungan yang beruntun. Selain itu pantai laut selatan juga terkenal sebagai tempat pesugihan. Pesugihan di laut selatan ini adalah dengan meminta pertolongan pada Nyi Roro Kidul. Yang paling unik adalah pesugihan Gunung Kemukus. Dimana pelakunya diharuskan untuk berhubungan dengan yang bukan pasangan resmi terlebih dahulu. Riual-Ritual Aneh Untuk Pesugihan Untuk bisa mendapatkan kekayaan lewat pesugihan. Banyak syarat dan ritual yang harus dilakukan terlebih dahulu. Pesugihan gunung kawi misalnya, untuk menunggu daun Dewandaru jatuh dan mengenai dirinya, pelaku bahkan rela menunggu di bawah pohon tersebut selama berhari-hari. Lain lagi dengan pesugihan di Kawasan pantai selatan. Pesugihan di pantai selatan ini meminta pelaku berhubungan badan dengan Nyi Roro Kidul. 

Dan kekayaan yang dijanjikan oleh ratu pantai selatan ini hanya berumur selama 7 tahun. Tuyul bisa jadi dinilai sebagai pesugihan yang paling praktis memelihara tuyul tidaklah sulit, istri, atau wanita di dalam rumah harus bersedia menyusui si tuyul setiap malam seperti anak sendiri, seperti yang diketahui, tuyul merupakan jelmaan dari anak kecil. Namun, jika tuyul ini sampai tertangkap oleh orang pintar dan disiksa, maka yang akan merasakan sakitnya adalah si pemilik. Tumbal Yang Dikorbankan Pesugihan memang banyak macamnya. Pesugihan dibedakan dari tempat. Ritual, hingga tumbal yang di minta. Untuk pesugihan Nyi Roro Kidul. Ritual berhubungan badan denganratu hanya akan ,menjamin kekayaan selama 7 tahun. Jika ingin menambahkan masa waktu, maka harus menyerahkan nyawa orang lain sebagai tumbal. Setelah dua periode itu habis maka Nyi Roro Kidul akan meminta nyawa si pelaku untuk mengikutinya untuk selamanya. Ada juga pesugihan tukar janin. Di mana pelaku melakukan kesepakataan dengan bangsa jin. Wanita yang hamil harus rela menyerahkan janinya pada jin yang ingin punya anak. Sebagai gantinya. Jin tersebut akan memberikan kekayaan. Berbeda lagi dengan pesugihan yang melalui buto ijo dan menyerahkan tumbah seorang perawan. Pelaku hanya perlu menyerahkan potongan rambut dan kuku dari korban. Setelah itu korban akan mati dengan cara tidak wajar. Hasil Persugihan Yang Menggiurkan Beberapa kesaksian para pelaku pesugihan ini memang sangat menggiurkan. Seorang pengusaha mengaku putus asa karena hutang menumpuk untuk usahanya. 

Baca Juga

Akhirnya. Keputusan mendorong ia memilib melakukan pesugihan jenis uang ghaib dengan bantuan seseorang yang di panggil Abah. Setelah melakukan tirual dengan menunggu selama 3 hari, pengusaha tersebut dipanggil untuk menghadap abah karena uangnya sudah cair sebanyak 6 miliar Rupiah. Namun jangan mudah percaya dengan kesaksian para pelaku pesugihan yang ada di internet. Bisa jadi ini adalah kesaksian palsu. Mengingat banyak iklan pesugihan sudah banyak sekali ditemukan di internet. Kekayaan tanpa batas, ataupun tanpa tumbal tersedia lengkap di internet. Apakah kamu percaya dengan pesugihan ? atau kamu memiliki kesaksian tentang pesugihan ? komen di bawah ya guys ^^ #pesugihan #kekayaan #tumbal #tuyul #pantai #ratu #selatan #pantairatuselatan

PRIMBON REJEKI (BELAJAR MUDAH)

PRIMBON REJEKI


Perlu kita ketahui primbon rejeki ini untuk mengetahui naik turunnya rejeki kita supaya kita paham hal yang harus dilakukan dalam bekerja dan berusaha.
Dalam Primbon Jawa, Banyak Sekali Perhitungan Rejeki Yang Bisa Dipakai Bagi Para Pemegang Erat Budaya Kejawen, Dari Mulai Perhitungan Hari Pasaran, Perhitungan Rejeki Menurut Arah Mata Angin, Perhitungan Rejeki Menurut Pal Iladuni, Dan Perhitungan Rejeki Menurut Tanggal Lahir Seseorang.

Dalam posting ini akan dibahas mengenai Primbon Ramalan berdasarkan Pal Srigati yang banyak dipakai banyak orang dan tertera dalam Kitab Betaldjemur Adammakna halaman 60 dari penerbit SOEMODIDJOYO MAHADEWA, yang merupakan peninggalan dari Eyang Raden Hadipati Danurejo yang merupakan Patih dari Sultan Hamengkubuwono ke VI.

Perhitungan Pal Srigati merupakan perhitungan rejeki yang dihitung melalui penjumlahan Hari Pasaran ketika seseorang itu lahir, dan dihitung setiap 6 tahun perhitungan rejeki sandang pangan tersebut berganti, setiap 6 tahun rejeki yang akan kita dapatkan dijabarkan dengan angka. Dari mulai angka 1 sampai angka 9. Semakin besar angka pada kurun waktu 6 tahun tersebut maka semakin besar perhitungan rejeki yang kita dapatkan berdasarkan ramalan tersebut.

Neptu Hari Cara Menghitung Weton Kelahiran. Seperti yang sudah di bahas diatas, neptu hari adalah hitungan angka dari hari tujuh kalender masehi yaitu hari-hari yang kita kenal dengan nama Senin, Selasa Rabu, Kamis, Jum'at, Sabtu dan Minggu.
Dan untuk menghitung weton kelahiran maka harus diketahui neptunya, neptu sendiri adalah angka atau boleh disebut sebagai nilai dari hari tujuh tersebut, untuk lebih jelasnya silahkan lihat daftarnya berikut ini :

Ahad
Neptu : 5
Arah : Utara tempatnya
Warna : Kelabu atau Abu-abu
Nabinya : Nabi Nuh yang memiliki
Senin
Neptu : 4
Arah : Selatan tempatnya
Warna : Kuning
Nabinya : Nabi Musa yang memiliki

Selasa
Neptu : 3
Arah : Selata Barat tempatnya
Warna : Meerah dan Kuning
Nabinya : Nabi Isa yang memiliki

Rabu
Neptu : 7
Arah : Selatan Timur tempatnya
Warna : Hitam dan Putih
Nabinya : Nabi Ibrahim yang memiliki

Kamis
Neptu : 8
Arah : Timur tempatnya
Warna : Merah
Penuntunnya : Dewi Fatimah yang memiliki

Jum'at
Neptu : 6
Arah : Barat tempatnya
Warna : Hitam
Nabinya : Nabi Muhammad SAW yang memiliki

Sabtu
Neptu :9
Arah : Utara Barat tempatnya
Warna : Putih
Nabinya : Nabi Yusuf yang memiliki.

Cara Menghitung Weton Kelahiran Neptu Pasaran Cara Menghitung Weton Kelahiran. Pasaran adalah hari lima kalender jawa yaitu yang kita kenal dengan Pahing, Pon, wage, Kliwon, Legi.

Berikut daftar neptu pasaran :

Baca Juga

Legi Neptu : 5 Arah : Timur Warna : Putih

Pahing Neptu : 9 Arah : Selatan Warna : Merah

Pon Neptu : 7 Arah : Barat Warna : Kuning

Wage Neptu : 4 Arah : Utara Warna : Hitam

Kliwon Neptu : 8 Arah : Tengah Warna : Putih, Merah, Kuning Majupat.

PRIMBON MUJAROBAT WATAK BERDASARKAN WETON

PRIMBON MUJAROBAT

 Watak berdasarkan Weton - Orang Tua Jawa di zaman dahulu dapat mengetahui atau memperkirakan watak dan karakter seseorang dengan hanya melihat hari dan weton kelahirannya. Meskipun tidak 100% tepat, perkiraan atau ramalan watak yang dirunut berdasarkan weton kelahiran tidak bisa dianggap remeh. Hal ini mengingat bahwa ternyata apa yang tercantum dalam ramalan tersebut faktanya lebih banyak benarnya dibandingkan yang tidak benar. Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana ramalan watak berdasarkan weton kelahiran seseorang secara lengkap, silakan simak pembahasan berikut ini!

Watak berdasarkan Weton Untuk meramalkan watak seseorang berdasarkan weton kelahirannya, primbon Jawa mengenal istilah neptu. Neptu adalah nilai dari suatu weton yang diperoleh dengan menjumlahkan nilai hari dan nilai pasaran. Nilai neptu sendiri berkisar antara 7 sampai 18. Nah, dari nilai neptu inilah kemudian semua yang mencakup karakter dan watak seseorang diramalkan. Selengkapnya tentang hitungan neptu, silakan baca di link ini.

Watak berdasarkan Weton
Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 7 Nilai neptu 7 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Selasa Wage. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak sempit hatinya, tidak mempunyai teman, pemalas, suka ingkar janji terhadap wanita, bahkan sering berbuat gegabah, dan bila bercakap-cakap agak tersendat-sendat.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 8
Nilai neptu 8 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Senin Wage dan Selasa Legi. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak panas hati, dengki, tidak mempunyai teman, sering bermuka masam, dan bila bertengkar sering mendatangkan bahaya, atau bila berbicara sering berakibat celaka. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti bumi.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 9
Nilai neptu 9 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Minggu Wage dan Senin Legi. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak lincah (teranjalan), suka berpindah-pindah dan jauh tujuannya, bersikap hanya untuk mementingkan isi perutnya sendiri, dan bila ia diguna-guna, ia akan kebal. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti api.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 10
Nilai neptu 10 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Selasa Pon, Jumat Wage, dan Minggu Legi. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak pendiam, bila disakiti hatinya tidak mudah marah, mudah menerima apa yang diajarkan (cerdas atau daya tangkapnya tinggi, dan bila menjadi seorang dukun tidak mudah ditanyai. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti pelangi.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 11
Nilai neptu 11 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Senin Pon, Rabu Wage, Selasa Kliwon, dan Jumat Legi. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak berani mati, besar malunya, mudah tersinggung, dan bila memiliki sesuatu sering dijualnya, malah kadang-kadang suka mencuri bila dalam keadaan kepepet. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti bunga.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 12
Nilai neptu 12 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Minggu Pon, Kamis Wage, Senin Kliwon, Rabu Legi, dan Selasa Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak menerima (Jw. neriman), banyak kepandaiannya, banyak orang sayang kepadanya, bila bekerja mudah, dan bila berumah tangga sering kehilangan. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti jin.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 13
Nilai neptu 13 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Jumat Pon, Sabtu Wage, Minggu Kliwon, Kamis Legi, dan Senin Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak tidak mempunyai perasaan, tetapi hatinya lemah lembut, berlaku baik terhadap saudara, dan berjiwa petualang (suka merantau). Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti bintang.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 14
Nilai neptu 14 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Rabu Pon, Jumat Kliwon, Sabtu Legi, dan Minggu Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak apa saja mau (serba mau), apapun dapat dijalani, suka berbakti, sering mendapatkan kebahagiaan, mudah menerima pelajaran, disegani oleh orang lain, lemas hatinya, tetapi pemalas. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti bulan.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 15
Nilai neptu 15 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Kamis Pon, Rabu Kliwon, dan Jumat Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak suka memerintah (Jw. seneng ngongkon), keras hatinya dan keras pula bicaranya, tidak mau kurang makanan, banyak temannya, dan bila berumah tangga sering bertengkar. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti matahari.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 16
Nilai neptu 16 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Sabtu Pon, Kamis Kliwon, dan Rabu Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak lemah, jika berbicara banyak ma’afnya, sopan santun, apa yang diciptakannya terlaksana, jika sudah marah tidak ada yang dapat bisa menghalang-halangi. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti air.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 17

Baca Juga

Nilai neptu 17 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Sabtu Kliwon dan Kamis Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak pendiam, mau bekerja tapi lambat, bila memberi nasehat sering dituruti, tidak mempunyai teman (sempit pergaulan). dan ia sering ditipu oleh orang lain. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti bumi.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 18
Nilai neptu 18 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Sabtu Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak panas, bicara baik periang dan bila bertengkar sangat bila berani, tetapi mudah mengalah. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti api. #kembali lg ke keyakinan diri sendiri segala sesuatu hanya allah swt yg menghendaki.

MENELUSURI JEJAK JAKA TINGKIR

Jaka Tingkir
Jaka Tingkir adalah putra dari Ki Kebo Kenanga (Ki Ageng Pengging), anak dari Pangeran Handayaningrat (Ki Ageng Pengging Sepuh), seorang bangsawan keturunan raja Majapahit yang menikahi Ratu Pembayun, satu-satunya anak dari Prabu Brawijaya dengan permaisurinya. Mereka adalah yang orang-orang tuanya bersama dengan para angkatan tua lainnya memilih mati ketika para Wali dan prajurit Demak datang untuk menawan dan membawa mereka untuk diadili di Demak, tetapi sesudah itu keluarga-keluarga mereka juga habis semua dibantai oleh prajurit Demak di bawah pimpinan para Wali. 

Tetapi bayi Jaka Tingkir berhasil diselamatkan oleh Sunan Kalijaga setelah mata batin Sunan Kalijaga melihat sebuah cahaya terang di wajah bayi itu, cahaya wahyu keprabon ! Dalam pandangan batinnya bayi itu adalah penerus raja-raja Majapahit dan wahyunya sudah turun kepadanya ! Diam-diam bayi itu pun dilarikannya dan diserahkannya kepada Nyai Tingkir di pengungsian, yang suaminya juga telah tewas dalam pembantaian oleh prajurit Demak. Sejak kecil Jaka Tingkir senang mengembara, ke bukit-bukit, ke gunung-gunung, keluar masuk hutan angker, mengunjungi tempat-tempat wingit dan angker atau menyepi di goa-goa. Jaka Tingkir adalah seorang anak yang bandel dan tak pernah kapok walau sering sekali dimarahi oleh ibu angkatnya, Nyai Tingkir, karena sering tidak pulang dan jarang sekali berada di rumah. Wataknya keras digembleng oleh alam, tetapi sangat menjunjung tinggi sikap ksatria dan tanggung jawab. Ia suka sekali datang ke tempat-tempat berbahaya dan "terlarang". Menyusup dan mengobrak-abrik sarang penyamun adalah kegemarannya. Semakin berbahaya situasinya, semakin menarik dan menantang baginya. Karena kesukaannya menyusup dan mengobrak-abrik sarang penyamun sosoknya menjadi momok yang membuat para penyamun dan perampok jengkel dan geram. Sekalipun ia sudah terkepung, tetapi ia sendirian bisa melukai lawan-lawannya dan selalu bisa lolos dari kepungan, bahkan juga mengobrak-abrik sarang mereka, membuat banyak sekali kerusakan. Ia hanya dikenal dengan nama Jaka dari desa Tingkir, tetapi setiap diburu sampai ke rumahnya di desa Tingkir, ia selalu sedang tidak berada di rumah. Walaupun aslinya dirinya yang anak seorang bangsawan diberi nama Raden Mas Karebet, tetapi karena sedang tinggal di pengungsian ibu angkatnya menyembunyikan nama aslinya itu. Ia hanya dipanggil Jaka (Joko) saja. Nyai Tingkir sendiri juga menyembunyikan identitas asli dirinya. Dan karena di tempat pengungsian itu terdapat banyak pengungsi dari berbagai tempat orang-orang tidak mengenal jati dirinya yang asli. 

Tetapi masyarakat masih bisa mengenalinya sebagai seorang ningrat dan menghormatinya. Masyarakat sangat menghormati kesepuhan pribadinya sehingga ia dianggap sebagai sesepuh desa Tingkir dan oleh orang-orang dari luar desa Tingkir ia sering disebut Nyai Tingkir. Pada masa penyebaran agama Islam itu memang sangat gencar dilakukan perburuan oleh prajurit Demak dan laskar santrinya terhadap orang-orang yang dianggap terkait dengan Syech Siti Jenar dan kerajaan Majapahit dan tidak ada larangan untuk membunuh mereka. Karena itu orang-orang di pengungsian sangat memahami bahwa mereka harus menjaga kerahasiaan identitas asli mereka masing-masing sehingga tidak ada di antara mereka yang ingin tahu / mempertanyakan aslinya jati diri seseorang. Mereka juga harus selalu waspada terhadap kemungkinan adanya mata-mata dari Demak. Di setiap tempat yang dikunjunginya Jaka Tingkir selalu menyempatkan diri untuk menimba ilmu kanuragan maupun kesaktian gaib. Selain sering menyepi dan bertapa di goa-goa dan melatih sendiri keilmuannya, Jaka Tingkir juga sering mengunjungi panembahan-panembahan, resi dan begawan untuk belajar agama dan untuk memperdalam keilmuan kanuragannya. Semakin bertambah usianya semakin bertambah ilmunya, sehingga ia memiliki kesaktian yang sulit sekali dicari tandingannya di antara anak-anak lain seusianya pada masanya. Bahkan di masa remajanya itu ia mampu menciptakan sendiri suatu ilmu pukulan yang di dalam novel silat Nagasasra dan Sabuk Inten disebut aji Rog-Rog Asem, yaitu suatu ilmu pukulan yang sejenis dengan aji Sasra Birawa, yang kekuatannya dipusatkan di sisi telapak tangan. Ilmu itu sering dilatihnya dengan memukul batang-batang pohon besar, terutama adalah pohon asem yang besar batangnya lebih besar daripada sepelukan orang dewasa dan yang sedang berbuah. Sekali pukul saja pohon asem itu goncang sampai buah-buahnya berjatuhan ke tanah, sehingga ia tidak perlu memanjat pohonnya untuk memetik buahnya seperti yang dilakukan oleh orang lain. Kesaktian Jaka Tingkir menjadi semakin matang setelah ia bertemu dan digembleng oleh Ki Kebo Kanigara, kakak dari ayahnya, yang walaupun berilmu tinggi dan mampu sendirian menjungkir-balikkan prajurit Demak dan para Wali yang menjadi pemimpinnya, tetapi memilih menyingkir, menjauhi intrik-intrik kekuasaan. 

Mereka berani bertarung mempertaruhkan hidup dan mati melawan para penjahat dan tokoh-tokoh persilatan golongan hitam, tetapi mereka tidak mau terlibat dalam kekisruhan politik dari orang-orang yang tega menganiaya dan menumpahkan darah orang untuk memaksakan agamanya. Bagi mereka agama adalah sesuatu yang sakral dan bersifat pribadi. Agama adalah hubungan yang pribadi seseorang dengan Tuhan sesembahannya, tidak untuk dipaksakan kepada orang lain. Sekalipun Jaka Tingkir tidak berguru kepadanya, tetapi ia menerima gemblengannya juga. Jaka Tingkir banyak menerima gemblengan dari banyak orang, karena ia mampu merendahkan hati dan menghormati semua orang dan mau belajar. Dan keunikannya, walaupun ia hanya menerima sedikit-sedikit saja ilmu, tetapi ia mampu mempelajarinya sendiri sampai kepada sisi spiritual dari keilmuannya itu, sehingga ia dapat mengembangkan ilmunya menjadi tumbuh besar berbuah dan matang di dalam dirinya. Jaka Tingkir menjadi satu dari sedikit orang yang mewarisi ilmu-ilmu kesaktian tua jaman Majapahit. Ia juga mendapatkan hati dan simpati dari orang-orang tua berdarah Majapahit. Jaka Tingkir tanpa disadarinya telah membentuk dirinya menjadi wadah yang tepat dari wahyu raja dan wahyu keilmuan yang telah ada di dalam dirinya. Maka setelah mendapat restu dari pamannya Ki Kebo Kanigara dan ibu angkatnya Nyai Tingkir, berangkatlah Jaka Tingkir ke Demak. Masih terbayang-bayang dalam pikirannya pertemuannya dengan Sunan Kalijaga yang menyuruhnya pergi mengabdi ke Demak. "Kamu adalah penerus raja-raja leluhurmu. Kamu bukan orang biasa. Kamu adalah Anak Majapahit". Antara percaya dan tidak atas kata-kata itu, Jaka Tingkir terus merenungkannya dalam hatinya. Sedikit banyak Jaka Tingkir berharap pada kebenaran kata-kata Sunan Kalijaga, karena di matanya, beliau adalah tokoh pengayom masyarakat yang dapat dijadikan tempat bernaung. Sunan Kalijaga adalah tokoh yang sangat ia hormati selain Syech Siti Jenar. 

Mereka adalah tokoh-tokoh yang sangat populer di kalangan rakyat. Walaupun ia sendiri tidak secara langsung mengenal tokoh Syech Siti Jenar, dan banyak hasutan dan fitnah dialamatkan kepadanya, tetapi dari cerita di masyarakat Jaka Tingkir dapat mengenal kearifannya, seorang tokoh karismatik yang selalu mengajarkan keluhuran budi dan pekerti, tidak pernah mengajarkan penindasan, penganiayaan, apalagi pembunuhan kepada orang lain walaupun berbeda keyakinan, karena untuk dapat sampai kepada Tuhan harus didasari kesucian hati dan kasih, bukan kemunafikan, kebencian dan permusuhan. Sesuai petunjuk ibunya, Jaka Tingkir tinggal di rumah pamannya yang menjadi penjaga mesjid di Demak, supaya lebih mudah mengambil kesempatan saat ada penerimaan prajurit baru. Sekalipun ia bukan penganut agama Islam, tetapi ia rajin membantu pamannya merawat dan membersihkan mesjid. Ia juga sering berdiam di pojok halaman belakang mesjid yang gelap dan sepi untuk tidur atau bersemadi. Seringkali ia melamun merenungkan arti kata-kata Sunan Kalijaga. " Berhati-hatilah dalam setiap tindakanmu, karena kamu akan sering menjadi batu sandungan bagi orang lain. Jagalah, jangan sampai perilakumu membuatmu jauh dari jalanmu yang seharusnya. Raja-raja yang sekarang berkuasa bukanlah raja-raja yang sesungguhnya. Mereka hanyalah kerikil di dalam sejarah tanah Jawa. Janganlah kamu terbawa arus dalam kekisruhan politik. Dan jangan kamu mengumbar emosimu dan menonjolkan kesaktianmu. Akan tiba dengan sendirinya bahwa kamulah yang akan menjadi pewaris tanah Jawa". Ketika tiba saatnya Sultan Trenggana, raja Demak, akan sholat Jum'at di mesjid, banyak rakyat berkerumun untuk menyambut kedatangannya. Jaka Tingkir juga ikut di dalam kerumunan rakyat di luar halaman mesjid, ingin melihat langsung sosok rajanya. Ketika sang raja sudah dekat, semua orang menunduk menyembah memberi hormat. Begitu juga Jaka Tingkir. Tetapi ia terlambat menyadari ketika orang-orang lain di sekitarnya sudah mundur untuk memberi jalan kepada rajanya, ia masih diam di tempatnya berjongkok menyembah. Dan ketika sang raja sudah dekat sekali berdiri di hadapannya, Jaka Tingkir kaget dan gugup dan dengan masih berjongkok menghormat kepada rajanya ia melompat mundur sejauh-jauhnya, sampai melewati blumbang parit kecil di belakangnya. Tak urung perilakunya itu diperhatikan oleh sang raja. 

Sultan Trenggana yang juga memiliki kesaktian tinggi sempat melihat cara Jaka Tingkir melompat mundur. Beliau maklum bahwa sang anak muda karena gugupnya kemudian melompat mundur jauh sejauh-jauhnya sampai melewati blumbang. Mungkin banyak orang yang dapat meniru melompat mundur sampai melewati blumbang itu. Tetapi yang beliau terkesan adalah cara sang anak muda melompat mundur. Melompatnya itu masih tetap dalam posisi berjongkok menunduk menyembah, dan yang istimewa, kedua kakinya hampir tidak kelihatan bergerak melakukan lompatan, seperti melayang mundur dalam posisi berjongkok menyembah. Beliau maklum, anak muda itu pastilah bukan orang biasa. Meringankan tubuhnya baik sekali. Seusai sholat Jum'at, sang Sultan mencari keberadaan sang anak muda, tetapi tidak ditemukannya di antara orang-orang yang beribadah di mesjid dan juga tidak ada di halaman mesjid. Jaka Tingkir memang sudah tidak berada di sekitar mesjid karena ia tidak ikut beribadah. Maka sang Sultan bertanya tentang sang anak muda yang dilihatnya melompat mundur melewati blumbang kepada sang penjaga mesjid. Sambil memohon ampun bahwa mungkin tindakan anak muda itu tidak berkenan bagi sang raja, paman Jaka Tingkir itu mengatakan bahwa anak muda itu adalah keponakannya yang baru datang dari desa untuk mencari peruntungan di Demak. Sang raja mengernyitkan dahi seolah tak percaya sang penjaga mesjid mempunyai keponakan yang sebagus itu ilmunya. Kemudian sang raja memberi nasehat supaya keponakannya itu ikut mendaftarkan diri ketika ada bukaan penerimaan prajurit baru di kerajaan Demak. Sebulan kemudian diadakanlah penerimaan prajurit baru di kerajaan Demak. Jaka Tingkir ikut mendaftar. 

Walaupun tubuhnya tidak tampak kuat gempal berotot seperti kebanyakan peserta yang mendaftar, tetapi dengan posturnya yang ramping dan tegap Jaka Tingkir mampu melewati semua tahapan ujian dengan memuaskan. Akhirnya, dengan diterimanya Jaka Tingkir sebagai prajurit baru, dimulailah kehidupannya yang baru di dalam lingkungan kerajaan Demak. Beberapa waktu kemudian diadakan lagi ujian kenaikan pangkat. Jaka Tingkir dapat secara memuaskan melewati semua ujian. Bahkan seolah-olah tidak ada kesulitan apa-apa baginya dalam menjalani semua ujian yang diadakan sampai-sampai membuat penasaran para pengujinya. Karena itulah Jaka Tingkir, yang masih berpangkat prajurit, sampai diadu tanding ditarungkan melawan senior-seniornya yang berpangkat kepala prajurit. Bukan hanya satu melawan satu, tetapi sampai diadu melawan 3 orang kepala prajurit sekaligus. Sang raja Sultan Trenggana yang ikut menonton adu tanding itu dapat menilai bahwa selain Jaka Tingkir dapat mengimbangi ke 3 orang kepala prajurit itu, dinilainya juga bahwa Jaka Tingkir sesungguhnya menyimpan kemampuan yang melebihi ke 3 orang tersebut, tetapi tidak diperlihatkannya. Bahkan mungkin anak muda itu dapat mengalahkan mereka semua bila dikehendakinya. Diam-diam ia pun merasa kagum. Anak muda itu adalah yang dulu dilihatnya di depan mesjid. Masih sangat muda tetapi memiliki kemampuan yang bahkan lebih tinggi dibandingkan senior-seniornya. Wajahnya pun bersih dan bersinar, tampak nyata ketika dibandingkan dengan prajurit-prajurit lain saat berdiri di dalam barisan. Akhirnya Sultan Trenggana mengeluarkan keputusan, Jaka Tingkir bukan hanya pangkatnya saja yang dinaikkan, tetapi juga dijadikan anggota penjaga bagian dalam keraton dan sekaligus juga diangkat menjadi anggota pasukan khusus pengawal raja. Jaka Tingkir menonjol kecerdasan dan keprigelannya dan disukai oleh teman-temannya. Ia juga dipercaya dan diandalkan untuk mengawal raja, permaisuri atau anak-anak raja ketika bepergian keluar istana. Dan sebagai anggota penjaga bagian dalam istana, ia bebas berkeliling memeriksa setiap pelosok bagian istana. Hanya bagian dalam kamar raja dan kaputren saja yang tidak boleh dimasukinya. 

Tetapi kedekatan Jaka Tingkir dengan keluarga raja menumbuhkan percintaan Jaka Tingkir dengan putri bungsu raja, sesuatu yang sangat terlarang. Tetapi rahasia itu akhirnya diketahui juga oleh sang raja. Hingga suatu saat Sultan Trenggana sengaja menangkap basah mereka saat sedang berduaan di taman kaputren pada malam hari. Tetapi karena saat itu Sultan Trenggana sengaja menyamarkan identitasnya, berpakaian biasa saja dan memakai penutup wajah, maka terjadilah perkelahian antara Jaka Tingkir dan sang Sultan karena Jaka Tingkir ingin menangkap orang itu yang disangkanya sebagai seorang pencuri yang masuk ke dalam istana. Dan karena dalam perkelahian itu dirasakannya lawannya itu berkemampuan tinggi, Jaka Tingkir mengetrapkan ilmunya aji Lembu Sekilan untuk melindungi dirinya. Ketahanan tubuhnya dan lapisan energi lembu sekilan itu membuat pukulan dan tendangan lawannya olehnya tidak lagi terasakan sakit. Tetapi sesudah lawannya itu menyadari bahwa Jaka Tingkir mengetrapkan suatu ilmu yang membuat tubuhnya dilapisi selapis energi padat yang membuat pukulan dan tendangannya seolah-olah tidak terasakan sakit oleh Jaka Tingkir, kemudian lawannya itu juga mempamerkan ilmunya aji Tameng Waja yang membuat Jaka Tingkir merasa pukulan dan tendangannya tak banyak berarti terhadap lawannya, rasanya seperti memukuli orang yang memakai baju besi. Akhirnya dengan maksud menyudahi pertarungan Jaka Tingkir mengerahkan kekuatannya yang tertinggi, ditrapkannya ajinya Rog-Rog Asem. Dengan memusatkan kekuatan kebatinannya dipusatkannya kekuatannya di sisi telapak tangannya. Dihantamkannya ajiannya itu telak mengenai dada lawannya yang sengaja tidak menghindar karena ingin tahu batas kekuatan Jaka Tingkir. Lawannya yang juga mengetahui bahwa Jaka Tingkir sudah memusatkan kekuatannya yang tertinggi juga sudah memusatkan kekuatan tertingginya dalam ajiannya Tameng Waja itu. Tetapi diluar dugaannya akibat dari hantaman ilmu Jaka Tingkir itu ia tersentak terdorong jauh ke belakang. Sakit sekali dadanya seperti dihantam gunung runtuh, sakit sekali rasanya sampai terasa sesak sulit bernafas. Matanya gelap berkunang-kunang sampai terhuyung-huyung hilang keseimbangan hampir jatuh. Jaka Tingkir sendiri tersentak juga ke belakang. Terasa sesak dan sakit dadanya dan sempat berkunang-kunang juga matanya. Akibat dari benturan adu kekuatan itu lawan Jaka Tingkir merasakan sakit sekali dadanya. Semua otot urat dan sendi-sendi tubuhnya sakit sekali seperti lepas satu per satu dan matanya masih saja berkunang-kunang. Sama sekali tidak diduganya bahwa Jaka Tingkir mempunyai ilmu setinggi itu. Tetapi lawannya itu berusaha untuk segera menguasai kembali kesadarannya yang sempat hilang. Akhirnya lawannya itu juga mengetrapkan ilmu andalannya aji Braja Geni yang menjadikan seluruh tubuhnya, tangan dan kakinya panas membakar. Kali ini lawannya itu berubah seolah-olah menjadi manusia api yang menyala berkobar-kobar dan selama berkelahi dengannya Jaka Tingkir merasa seperti dirinya masuk ke dalam kobaran api yang panas. Pukulan dan tendangan lawannya dirasakan sakit dan panas oleh Jaka Tingkir. Pernafasannya juga terganggu karena paru-parunya terasa seperti menghisap udara panas. 

Dan ada pukulan lawannya yang hampir saja mengenai wajahnya, walaupun berhasil dihindarinya, tetapi wajah Jaka Tingkir tetap terasa panas seperti disembur api. Walaupun kekuatan tertingginya telah ditrapkan dalam ilmu pertahanannya Lembu Sekilan, ternyata kesaktian lawannya itu masih lebih tinggi dari dirinya dan mampu menembus pertahanan ilmu Lembu Sekilannya. Sang Sultan sendiri merasakan serangan-serangan Jaka Tingkir yang masih dilambari aji Rog-Rog Asem sangat menyakiti tubuhnya. Kekuatan ilmu Jaka Tingkir ternyata mampu menembus kekebalan ilmu Tameng Wajanya. Tetapi ia juga merasa bahwa kesaktiannya masih lebih tinggi daripada Jaka Tingkir.

Baca Juga

Tetapi sebelum sempat Jaka Tingkir berteriak memanggil prajurit-prajurit yang lain karena dirasakannya ilmu lawannya masih lebih tinggi darinya dan sulit untuknya bisa sendirian menangkap lawannya itu, sang Sultan yang tidak mau ada kejadian yang lebih buruk lagi akibat dari perkelahian mereka itu sudah lebih dulu membuka jati dirinya. Tutup wajahnya dibukanya sehingga jelas bagi Jaka Tingkir siapa sesungguhnya lawan yang sedang dihadapinya itu. Sekalipun kelakuan Jaka Tingkir dan putrinya itu adalah aib bagi keluarga raja dan kerajaan, tetapi di dalam kemarahannya Sultan Trenggana masih dapat berpikir bijak. Sebagai hukumannya ia mengusir Jaka Tingkir keluar dari istananya dan melarangnya berada di Demak dan sekitarnya. Dan kepada semua orang yang mengetahui kejadian itu diperintahkannya untuk tutup mulut. Bahkan disiarkannya kabar bahwa Jaka Tingkir pergi diusir dari istana karena berkelahi dan membunuh temannya sesama pengawal raja, Dadung Awuk. Tetapi akibat dari perkelahian mereka itu keesokan harinya masing-masing sang Sultan dan Jaka Tingkir merasakan tubuh mereka sakit-sakit. Ada banyak bekas pukulan biru legam di sekujur tubuh sang Sultan. Begitu juga dengan Jaka Tingkir, ada banyak bekas pukulan gosong menghitam di tubuhnya seperti bekas terbakar. Hebat sekali, pikir sang Sultan, semuda itu sudah mempunyai kanuragan setinggi itu, hampir menyamai dirnya. Entah berapa tahun lagi, bila ilmunya sudah semakin matang, pasti Jaka Tingkir akan mampu melebihi dirinya. Sayang sekali kesalahannya itu tak dapat begitu saja dimaafkan. Tetapi karena Jaka Tingkir bukan orang jahat, dan bukan pemberontak, suatu saat masih dapat berguna bagi Demak, maka sang Sultan memutuskan untuk tidak menjatuhkan hukuman badan yang berat kepadanya. Jaka Tingkir hanya diusir saja keluar dari Demak. Suatu saat ia masih dapat kembali lagi ke Demak bila diperlukan. Jadilah Jaka Tingkir kembali mengembara di alam bebas, keluar jauh dari lingkungan istana. Beberapa kali juga Jaka Tingkir tinggal bersama pamannya Ki Kebo Kanigara dan kembali menikmati penggemblengan kanuragan, kebatinan dan spiritual. Bersama pamannya dan teman-temannya, serta beberapa tokoh tua jaman Majapahit, mereka menjauhi dunia perpolitikan dan merahasiakan identitas mereka sebagai keturunan Majapahit yang dapat dipandang sebagai duri oleh kerajaan Demak. Pada masa itu terjadi banyak sekali persaingan untuk memperebutkan tahta kerajaan Demak. Bahkan di luar istana, banyak kalangan dari dunia hitam yang juga bersaing memperebutkan tahta Demak. Bahkan simbol kekuasaan kerajaan saat itu, yaitu sepasang keris pusaka sakti Nagasasra dan Sabuk Inten, sampai hilang dicuri orang. 

Kerajaan Demak telah mengerahkan para prajurit telik sandinya untuk mencari dan membawa pulang keris-keris tersebut, tetapi tidak juga dapat ditemukan keberadaannya. Pada masa itu berkembang suatu kepercayaan bahwa siapapun yang berhasil mendapatkan dan menguasai pusaka Nagasasra dan Sabuk Inten akan lebih mudah jalannya menuju kekuasaan menjadi raja tanah Jawa. Dengan demikian pusaka-pusaka itu menjadi incaran banyak orang, bukan hanya menjadi incaran orang-orang di lingkungan kerajaan, tetapi juga orang-orang dari luar istana yang mengincar kekuasaan kerajaan, termasuk juga kalangan dunia persilatan golongan hitam. Di dunia persilatan saat itu sering sekali terjadi bentrokan antara golongan putih dan golongan hitam. Hutan Mentaok, Gunung Tidar dan Gunung Merapi dijadikan sarang oleh banyak kelompok penyamun. Masing-masing kelompok dipimpin oleh tokoh yang sakti. Golongan hitam, yang kebanyakan adalah kelompok-kelompok perampok dan penyamun, diperangi oleh kelompok golongan putih yang membela kebenaran dan melindungi rakyat. Jaka Tingkir dan kelompok pamannya yang tergolong sebagai golongan putih aktif memerangi golongan hitam. Mereka juga ikut membantu pihak kerajaan dengan cara yang tidak tampak di permukaan untuk menemukan pusaka-pusaka kerajaan yang hilang. Sekalipun kelompok mereka dimusuhi oleh pihak kerajaan, tetapi didasari oleh budi pekerti yang tinggi, mereka tidak memusuhi kerajaan. Siapapun rajanya, akan mereka dukung, selama raja itu menjunjung tinggi kebenaran dan melindungi rakyatnya. Setelah melalui banyak pertarungan besar yang mengakibatkan banyak korban jiwa akhirnya mereka golongan putih berhasil menumpas pemimpin-pemimpin gerombolan golongan hitam beserta para pengikutnya dan berhasil juga merampas kembali sepasang keris pusaka kerajaan Kyai Nagasasra dan Sabuk Inten dari tangan mereka dan menyerahkan keris-keris itu kembali kepada raja Demak Sultan Trenggana. Kepada mereka semua yang telah berjasa mengembalikan pusaka-pusaka tersebut, Sultan Trenggana memberikan penghargaan besar. Kelompok Jaka Tingkir dan pamannya Kebo Kanigara tidak lagi dimusuhi oleh pihak kerajaan, karena selain telah berjasa kepada kerajaan, mereka juga menyatakan janji setia kepada kerajaan, siapapun rajanya, selama sang raja menjunjung tinggi kebenaran dan melindungi rakyatnya. Bahkan Sultan Trenggana mengijinkan putri bungsunya dinikahi oleh Jaka Tingkir, sesuai nasehat dari Sunan Kalijaga, bahwa Jaka Tingkir adalah seorang keturunan Majapahit yang nantinya akan menjadi penerus raja-raja Majapahit. Bila tiba saatnya Jaka Tingkir menjadi raja, maka keturunannya adalah juga keturunan Sultan Trenggana melalui putrinya yang menjadi istri Jaka Tingkir. Setelah resmi menjadi menantu raja Demak, Jaka Tingkir diangkat menjadi Adipati di Pajang, dan sebutannya menjadi Kangjeng Adipati Adiwijaya. 


 Sri Narendra Prameswara https://m.facebook.com/groups/582046885173700?view=permalink&id=2341398505905187
ADSENSE (11) APLIKASI (29) BLOG (21) BUDAYA (47) GAME BOLA (50) TUTORIAL (37)
Back To Top